Selasa, 04 Agustus 2009

Kecantikan

Kecantikan seorang wanita adalah kelemahlembutan...
Kekayaan seorang wanita adalah keluasan ilmu...
Kekuatan seorang wanita adalah keikhlasan...

Nemu tulisan ini juga di beberapa catatanku. Bingung... catatan buat persiapan Ramadhannya di mana yah??
Mana belom sempet bikin target lagi... jiahhh.... sekarang udah 13 Sya'ban. lebih kurang 18 hari lagi...^_^.. ahlan wa sahlan ya ramadhan..

Menegnai tulisan di atas, kalo ga salah ini kata2 siapa yah?? Teh ninih kyaknya deh, aku lupa. Yang jelas, tulisan2 akan ngalir dari otak, baik nulis yang udah didengar atopun tulisan sendiri, kalo lagi suntuk n nyoret2 catatan...

bisa gak yah??? jadi kayak tulisan di atas??...
"Barang siapa memberi makan pada orang yang berbuka puasa, maka ganjarannya sama dengan amalan orang yang berpuasa"
(Bukhori - Muslim)

Jadi inget semasa kuliah. Sekali seminggu bikin Ta'jil bareng sama temen2 buat dibagi2 in ke orang2 yang di jalanan. Sama temen2 kosan, n temen2 di kampus. Serunya.. ngeliat anak2 jalanan yg puasa dapet bnyak makanan...

Lucu lagi, pas ngeliat supir2 angkot seneng bukan main pas dapet bukaan gratis...
"Tararengkyu neng.. nuhun atuh nyaa''"^_^
Wuaahhh... kapan lagi bisa seperti itu yah???
Kalo di kota ku sekarang, ga mungkin deh. Selain orang2nya juga pada mampu, mereka juga rata2 pasti gengsi. Emang orang minang gengsinya sedikti tingkat tinggi...

Deuuu, jadi kangen anak jalanan...

10 kebiasaan buruk yang dapat merusak otak

1. Tidak mau sarapan pagi

2. Kebanyakan makan, mengeraskan pembuluh otak

3. Merokok, otak menyusut dan berakibat alzeimer (pikun)

4. Banyak mengkonsumsi gula, menyerap protein ke otak

5. Polusi udara

6. Kurang tidur, sel otak mati kelelahan

7. Menutup kepala (muka) dengan bantal atau sejenisnya di saat tidur, CO2 akan terkonsentrasi

8. Berpikir terlalu keras ketika sakit

9. Kurang berfikir

10. Jarang bicara, pembicaraan intelektual menambah kinerja otak

Buka2 buku buat nyari2 catatan buat persiapan puasa, ternyata nemu tulisan2 ku dulu. kalo tulisan ini aku tahu dari siapa. Seingatku tulisan ini dulu aku catat pas kegiatan ramadhan dengan salah seorang dokter dari RSHS. Penjabaran tulisannya ga begitu ku catat. Yang jelas kira2 seperti ini...

Ya Allah, ternyata aku sudah mulai melupakan hal2 kecil di atas. Padahal itu semua semata2 hanya untuk diri sendiri. Semoga bisa menjaga benda (baca: jasad) titipan Allah ini...

Optimis..

*** Optimis yang sesungguhnya adalah menyadari masalah, serta mengenali pEMeCaHan. Mengetahui kesulitan & Yakin kesulitan itu dapat dIaTasi. Melihat yang negatif tapi berpikir pOsITiF. Meghadapi yang terburuk, namun berbuat yang tERbaIK. Mempunyai alasan untuk menggerutu, tapi memilih untuk tERsEnYuM...***
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah yang tak ternilai dari-Nya... (eh ini lagu yah??) hehee..

Kamis, 23 Juli 2009

Nisfu Sya'ban

Hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban). Nisfu artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan kedelapan dalam perhitungan tahun Hijriyah. Kata Syakban berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung). Dikatakan Syakban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan.

Malam Nisfu Syakban dimuliakan karena pada malam itu, dua malaikat yakni Raqib dan Atid, yang mencatat amal perbuatan manusia sehari-hari, menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Bulan Syakban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang diangkatkan Tuhan amal-amal. Saya ingin diangkatkan amal saya ketika sedang berpuasa.” (HR An-Nasa’i dari Usamah, sahabat Nabi SAW).

Di samping itu, pada malam Nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), pembebasan dari azab dan sebagainya. Dengan demikian, malam Nisfu Syakban antara lain dinamakan juga malam syafaat, malam maghfirah, dan malam pembebasan.

Sehubungan dengan malam Nisfu Syakban yang dinamakan juga malam syafaat, Al-Ghazali mengatakan, “Pada malam ke-13 Syakban, Allah SWT memberikan kepada hamba-hamba-Nya sepertiga syafaat, pada malam ke-14 diberikan-Nya pula dua pertiga syafaat, dan pada malam ke-15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya yang tidak memperoleh syafaat itu ialah orang-orang yang sengaja hendak lari dari pada-Nya sambil berbuat keburukan seperti unta yang lari.”
Malam itu juga disebut malam maghfirah karena pada malam itu Allah SWT menurunkan ampunan-Nya kepada segenap penduduk bumi. Di dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, “Tatkala datang malam Nisfu Syakban, Allah memberikan ampunan-Nya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling pada-Nya.” (HR Ahmad)

Selain itu malam Nisfu Syakban disebut malam pembebasan karena pada malam itu Allah SWT membebaskan manusia dari siksa neraka. Sabda Nabi SAW di dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Ishak dari Anas bin Malik, “Wahai Humaira (Asiyah RA) apa yang engkau perbuat pada malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, di mana Allah memberikan kebebasan dari neraka laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali (yang tidak dibebaskan) enam, yaitu; orang yang tidak berhenti minum khamr, orang yang mencerca kedua orangtuanya, orang yang membangun tempat zina, orang yang suka menaikkan harga (secara aniaya), petugas cukai (yang tidak jujur), dan tukang fitnah.” Dalam riwayat lain disebutkan tukang pembuat patung atau gambar sebagai ganti petugas cukai.

Salah satu amal yang biasa dilakukan sebagian orang pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunah Nisfu Syakban sebanyak 100 rakaat. Shalat sunah tersebut ditentang keras oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab (Kumpulan Penjelasan tentang Buku Al-Muhazzab). An-Nawawi memandang hadis-hadis yang menerangkan shalat tersebut adalah hadis maudu’ (hadis palsu). Oleh karenanya, melaksanakan shalat tersebut adalah bidah. Apa yang diungkapkan Imam Nawawi diikuti pula oleh Sayid Abu Bakar Syata ad-Dimyati (ahli tasawuf) dalam kitabnya, I’anat At-Talibin (Panduan bagi Siswa).

Sumber: Masjid Istiqlal/rakyataceh.com

Jumat, 17 Juli 2009

Wanita

Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya.
Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya.
Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki,
dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau
sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki.
Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam
tatkala kesepian di surga.

Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan
hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi,
disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita.
Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan,
bahkan kehormatan dan harga dirinya.
Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta,
yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya.

Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina.
Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya.
Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda.
Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya,
dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah,
atau dianggap sandal jepit yang tak berguna.
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam.

Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau
real dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita,
dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup
yang tidak memiliki nilai guna?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita,
relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan,
bodoh, dungu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah,
karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki,
dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti
kedudukannya apa lagi fitrahnya.
Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara,
tidak semua kumbang bisa menghisap madunya.
Lemah lembutlah dalam memperlakukannya,
karena kalau tidak, ia bisa seganas serigala

**Nemu file di komputer

Rabu, 08 Juli 2009

Jangan Menyerah


Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

by: D'Masiv

Meski arti massiv dalam fisika itu berbobot, atau qualifiy, cuman tetep aja ga terlalu suka sama group Bandnya, cuman kali ini mesti jujur, suka sama liriknya n lagunya...

Harus Adil dalam Ngeblog..

Bingung juga mo ngisi blog yang mana... Pengennya bisa di seimbangin aja isinya buat semua blog. Tapi mo gmana lagi klo emang ga da inspirasi buat nulis sesuatu. paling hasilnya gini lagi...gini lagi. Ga da yang menarik, tampilannya juga ga unik, apalagi tulisannya, amit2...
Gapapa lah, buat dibaca sendiri aj, buat senyam-senyum di lain hari pas ngebaca blog ini lagi, sambil mikir... Kok bisa nulis tulisan kayak gini yah??? ckckck...ga da bagus2nya...hahhaa....:D
Siapa yang nulis nih?? sorry mum, i can't be like u...^_^

Rabu, 01 Juli 2009

Adik Kecil^_^

Adik Kecil: “ Elok, enak yah jadi orang gede...?”
Celetuk adik, saat makan be3 sama ibu sepulang skolah..

Aku : “asyik knpa dik? Kok gtu? “

Adik Kecil: Iya, punya uang banyak bisa beli apa aja. Klo ehan kan harus minta uang dulu spaya bisa beli ini dan itu. (sambil memelas wajah:( .. )Trus ga mesti pergi ngaji...”

Aku: mmmmhhh.. ktauan, ni anak lagi males ngaji, pasti minta dispensasi buat hari ini spaya ga ngaji. G bsa, udah keseringan nih ga berangkat ngaji, makanya jadi males gini..ckckck...
“ ga kok dik, ga enak. Enakan jadi anak kecil loh. “ suka di kasi duit, klo orang gede kan nyari duit dulu dik.., n harus kerja”. Trus kita smua (kakak2) dulu ngaji kok dik, makanya jadi kayak gini...(hehe, kayak apa yah?). jadi gak mesti pergi ngaji lagi ke TPA. Coba aja kalo males ngaji dulu waktu kecil, pasti smpe skrang masih harus pergi ngaji kayak adik. Makanya, jangan males ngaji. N klo bisa harus rajin2 biar cepet khatamnya”. Jadi ngajinya biar bareng di rumah abis maghrib an yah...hehehhe...
Ga bisa ngelak deh, awwas loh...

Adik kecil: “ iya sih lok, klo gtu ehan ntar sore ngaji. Tapi kan masih lama yah ma...?
Liat mainan ke situ yuk ma, lok...”
Skrng dengan wajah berubah nyengir2 kuda, smbil angkat2 alis...

Mama : hehehe....

Aku : haahh?... cuman ngeliat?? Yakiin??

Adik kecil : hihihi...
!$@%#^%*&(*)

ANJAL AIR FOUNDATION

Anak2 jalananku, kemanakah kalian skrang? Nongkrong dmana lagi? Masih suka di tangkep kamtib ga? Opik gmana? Udah ktemu tak? Miz U all...

Trakhir ketika berkunjung bwt silaturrahim ke tempat anak2 jalanan nongkrong. Ternyata bnyak banget berubah. Katanya Andri udah sekolah sekarang. Trus opik ga pernah kesana2 lagi, gatahu ngilang kemana. Habis balik manggung di jakarta ga balik2 lagi ke sini katanya, pulang ke rumah juga engga’? haa? Ya Allah... opik ke mana? Trus, yang lainnya?

Saat ngobrol2 sama anjal2 lainnya. Ternyata ada yang baru n bnyak juga yang udah ga ke jalan lagi. Dah lama banget rasanya udah gak ngeliat mereka, apalagi buat ikut nongkrong bareng buat belajar di simpang dago. Udah jarang banget. Banyak yang nangis pas terakhir ke sana. Karna pengen belajar katanya. Cuman, yah... bingung juga. Karna harus nyelesein tugas akhir alias skripsi yang juga mendesak dateline nya. Tmen2 yang lain juga gtu. Ga da yang bisa lagi ke jalan, karna emang kita satu angkatan smua. Jadi deh, cuman sering ngeliatin mereka dari jauh aja. Andri anak seusia 6-8 tahunan pernah ngamen di angkot yang ku naiki saat lagi main ke Bip.

Eh... dia malah ga jadi ngamen, justru jadi ngajak ngobrol... teh, kapan belajar lagi? Sambil ngelapin ingusnya. Iya, ya ndri... kapan yah. Andri kapan ga kerja nya? Purra2 nyari jadwal yg cocok sma Andri. Andri anak kecil yang udah sangat dewasa pemikirannya alias matang. Karena pas saat di tanya kenapa ngamen di jalan. Andri dengan nyantai ngejawab. Kerja teh, buat nyari duit supaya bisa masuk sekolah nanti..

Ya Allah.... lindungi mereka... berikan kehidupan yang mereka idam2 kan. Ya Allah, dengan cara apapun, agar mereka bisa merasakan masa kecilnya seperti anak2 yang lain...
For : Bunda Niken, pa kabar Bund???, Opik, Andri, Dania, Laksmi, Endang, and smua. Teteh lupa nama2 kalian, tapi pasti ingat dengan klian smua klo ntar kita ktemu lagi. N buat aa’2 yang ngamen di spanjang jalan Dago.. Smoga apa yang kalian smua sampaikan bisa terwujudkan... aamiin...